
Rp 59.000
120 Hari Muslimah Decluttering PB
Jumlah
Capek beres-beres tapi rumah rasanya tetap berantakan?
Bisa jadi, yang penuh bukan cuma rumahmu, tapi juga pikiranmu.
Mulai langkah kecilmu hari ini untuk mengembalikan ketenangan rumah dan kekhusyukan ibadah.
Bu, coba jujur sebentar...
Apakah akhir-akhir ini Ibu merasakan ini:
- ☑️ Gampang marah ke anak karena pikiran rungsing memikirkan urusan rumah yang belum selesai.
- ☑️ Punya banyak to-do list, tapi bingung mulai dari mana—akhirnya malah pelarian ke scrolling HP.
- ☑️ Sulit shalat dengan khusyuk dan sering menunda karena dikejar perasaan "tugas domestik belum beres".
- ☑️ Badan dan pikiran sudah habis duluan untuk urusan harian, sampai tidak ada sisa energi untuk memperhatikan suami atau impian pribadi.
Kalau Ibu mengangguk… Ibu sedang mengalami kewalahan. Dan Ibu tidak sendirian.
Kenapa Bisa Kewalahan?
Bukan karena Ibu kurang disiplin atau kurang semangat.
Kewalahan datang dari kondisi "kebanyakan".
Tanpa sadar, kita terus menambah beban ransel di punggung kita: membeli barang yang tidak butuh, menimbun kelas online yang tidak selesai, hingga menumpuk daftar tugas yang mustahil dikerjakan dalam sehari.
Perjalanan kita sebagai ibu itu panjang. Yang kita butuhkan bukan tenaga lebih untuk membawa semua beban, melainkan keberanian untuk meringankan ranselnya.
Islam sangat mencintai kesederhanaan dan kerapian. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan." (HR. Muslim)
Beliau juga mengajarkan prinsip zuhud dan qana'ah—sebuah seni merasa cukup dengan apa yang ada agar hati tidak tertambat pada perhiasan dunia yang melalaikan.
Ingatlah Bunda, rumah kita adalah tempat bersujud, bukan tempat menimbun barang yang kelak akan memperpanjang hisab kita di akhirat.
Ebook 120 Hari Muslimah Decluttering hadir sebagai panduan praktik langsung. Setiap hari berisi satu misi kecil yang dibagi ke dalam 5 tahapan dasar:
- 🏠 Tahap 1 — Decluttering Fisik: Memangkas barang mati di dapur, lemari pakaian, hingga kamar tidur dengan rumus sederhana untuk membedakan mana kebutuhan dan mana beban.
- 🥗 Tahap 2 — Decluttering Pola Makan: Menyederhanakan dapur dari makanan instan perusak energi, beralih ke pola yang lebih bersih tanpa drama.
- 📱 Tahap 3 — Decluttering Digital: Membersihkan grup WA yang menguras waktu, tumpukan galeri foto, dan notifikasi yang merusak fokus harian Ibu.
- 📋 Tahap 4 — Decluttering Agenda: Memangkas to-do list yang kepanjangan dengan Rumus 3M, belajar berkata "tidak", dan menyisakan waktu untuk beristirahat tanpa rasa bersalah.
- 🤍 Tahap 5 — Decluttering Pikiran & Hati: Melepas rasa bersalah, menyederhanakan ekspektasi parenting, serta memperbanyak zikir pagi-petang. Karena rumah yang paling butuh dilapangkan kadang berada di dalam dada.
Bonus e-book:
Ibu juga akan dapat bonus yang akan memudahkan langkah decluttering
- E-Book 7 Hari Tak Sempurna. Panduan latihan mengurangi sikap perfeksionis dalam parenting
- Checklist Ummahat Produktif. Checklist 30 hari agar lebih istiqamah.
- E-Book 7 Hari Tanpa Smartphone. Panduan latihan mengurangi scrolling smartphone yang tak bermanfaat.
Teman Perjalanan Ibu...

Halo, saya Indah Ummu Faqiha @muslimahdecluttering
Sama seperti Ibu, saya adalah seorang istri dan ibu dari tiga anak. Saya juga akrab dengan rasa lelah, isi kepala yang penuh, dan fase burnout saat mengurus rumah tangga.
Sebagai seorang praktisi dengan latar belakang pendidikan Keperawatan (S.Kep, Ners, Universitas Padjadjaran), certified counselor, serta konsultan parenting @parentingberdua, saya belajar satu hal penting: kesehatan mental seorang ibu berbanding lurus dengan ketenangan lingkungan tempat tinggalnya.
Melalui metode 120 Hari Muslimah Decluttering ini, saya mengintegrasikan ilmu psikologi, manajemen domestik, dan nilai-nilai zuhud dalam Islam untuk membantu Ibu menyederhanakan hidup. Saya hadir di sini sebagai seorang pembelajar yang ingin menemani langkah Ibu untuk meraih kembali rumah yang lapang dan hati yang tenang.
Setelah 120 hari, yang berubah bukan hanya rumah yang lebih rapi.
Yang berubah adalah cara Ibu menjalani hari: lebih ringan, lebih lapang, dan lebih hadir utuh untuk orang-orang yang Ibu cintai.
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meski sedikit." (HR. Bukhari & Muslim)
Klik Beli Sekarang untuk segera download ebook dan mulai berbenah!
Cerita dari para ibu yang telah mulai berbenah:





