
Rp 39.000
30 Hari Adik Kakak Nggak Berantem Lagi (Pre-Order)
Jumlah
Ayah, Bunda — seberapa sering dalam seminggu ini adik-kakak bertengkar di rumah?
Rebutan mainan. Saling lapor. Teriak-teriakan karena merasa tidak adil. Lalu berakhir dengan salah satu menangis — atau keduanya.
Kita sudah coba nasihati. Sudah coba tegur. Sudah coba pisahkan.
Tapi besoknya... terulang lagi.
Masalahnya bukan anak kita nakal.
Masalahnya adalah mereka belum punya kosakata emosi — mereka tidak tahu nama perasaan yang bergejolak di dada mereka, apalagi cara menghadapinya.
Anak yang tidak bisa menamai rasa marahnya... akan melampiaskannya.
Anak yang tidak tahu cara meminta maaf dengan tulus... akan diam dan menyimpan dendam kecil.
Anak yang belum paham makna persaudaraan... akan melihat kakak atau adiknya sebagai pesaing, bukan teman.
Mereka perlu diajarkan. Tapi dengan cara yang sesuai dunia mereka.
Anak belajar paling dalam lewat cerita.
Bukan ceramah. Bukan hukuman. Bukan nasihat panjang yang mereka dengarkan sambil melamun.
Ketika anak mendengarkan cerita, otaknya aktif membayangkan. Hatinya ikut merasakan apa yang dirasakan tokohnya. Dan tanpa sadar — nilai-nilai yang ada di dalam cerita itu melekat, jauh lebih kuat dari kata-kata "kamu harus begini, kamu tidak boleh begitu."
Itulah mengapa Rasulullah ﷺ pun banyak mendidik lewat kisah-kisah.
Memperkenalkan:
🤍 30 HARI ADIK KAKAK NGGAK BERANTEM LAGI
30 Cerita Anak untuk Mengurangi Pertengkaran Kakak-Adik
Untuk anak usia 4–8 tahun
Bukan sekadar kumpulan cerita — ini adalah kurikulum emosi 30 hari yang dikemas dalam format dongeng. Setiap malam, Ayah atau Bunda membacakan satu cerita pendek. Pelan-pelan, hari demi hari, anak membangun pemahaman dan kemampuan yang membantu mereka hidup lebih damai bersama saudaranya.
Yang membuat ebook cerita anak ini berbeda:
✦ Setiap cerita dirancang untuk sesi 8–10 menit — pas untuk rutinitas sebelum tidur
✦ Ada jeda interaktif di tengah cerita — anak diajak bicara, bukan hanya mendengar
✦ Setiap cerita dilengkapi panduan dialog — Ayah/Bunda tidak perlu bingung mau ngobrol apa setelah cerita selesai
✦ Ada action plan harian — satu langkah kecil yang bisa langsung dicoba keesokan harinya
✦ Setiap cerita mengandung nilai Islam — ayat atau hadits yang disampaikan dengan bahasa yang mudah diingat anak
Dalam 30 hari, anak akan belajar:
📘 Minggu 1 — Aku Tahu Apa yang Aku Rasakan Hari 1–7: Mengenal marah, kesal, cemburu, rasa tidak adil, ingin diperhatikan, dan hubungan antara kondisi fisik dengan emosi
📙 Minggu 2 — Aku Bisa Mengendalikan Diri Hari 8–15: Teknik menenangkan diri — dari tarik napas, istighfar, wudhu, hingga doa meminta pertolongan Allah saat emosi memuncak
📕 Minggu 3 — Aku Bisa Menyelesaikan Masalah Hari 16–23: Cara minta maaf yang tulus, memaafkan, bergiliran bicara, berkompromi, dan tahu kapan harus minta bantuan orang tua
📗 Minggu 4 — Kakak/Adikku adalah Hadiah Hari 24–30: Membangun rasa syukur atas saudara, kebiasaan saling tolong, dan komitmen bersama di hari terakhir
Dua tokoh yang akan menemani perjalanan 30 hari ini: Fatih (7 tahun) dan Zahra (4 tahun) — kakak-adik yang bertengkar, berdamai, dan belajar bersama. Anak-anak akan cepat merasa seperti mengenal mereka.
Ayah, Bunda tidak perlu menjadi ahli psikologi anak.
Cukup buka ebook ini setiap malam, bacakan satu cerita, dan ikuti panduan yang sudah tersedia. Sisanya — biarkan cerita yang bekerja.